Sabtu, Juni 16, 2012

Penyelewengan Persepsi


PENYELEWENGAN PERSEPSI

Para bhikkhu, ada empat penyelewengan persepsi,
empat penyelewengan buah-pikir dan
empat penyelewengan pandangan.

Apakah yang empat itu?

Berpegang bahwa di dalam ketidak-kekalan ada kekekalan:
ini adalah penyelewengan persepsi, pemikiran dan pandangan.

Berpegang bahwa di dalam penderitaan ada kebahagiaan:
ini adalah penyelewengan persepsi, pemikiran dan pandangan.

Berpegang bahwa di dalam apa yang tanpa-diri ada suatu diri:
 ini adalah penyelewengan persepsi, pemikiran dan pandangan.

Berpegang bahwa di dalam hal-hal yang menjijikkan ada keindahan:
ini adalah penyelewengan persepsi, pemikiran dan pandangan.

Para bhikkhu, inilah empat penyelewengan persepsi, pemikiran dan pandangan.

Mereka yang memahami apa yang berubah sebagai kekal, Penderitaan sebagai suka-cita, diri di dalam tanpa-diri, Dan yang melihat tanda keindahan di dalam hal yang menjijikkan Orang ini berpegang pada pandangan yang terselewengkan,  Secara mental kacau, terkena ilusi.

Terperangkap oleh Mara, tidak bebas dari belenggu, Mereka masih jauh dari keadaan yang aman.

Makhluk-makhluk itu berkelana melalui lingkaran yang menyakitkan dan pergi berulang-ulang dari kelahiran menuju kematian.

Tetapi ketika para Buddha muncul di dunia, Pembuat cahaya di pekatnya kegelapan,  Mereka mengungkapkan Ajaran ini, Dhamma nan agung, Yang membimbing menuju akhir penderitaan.

Ketika orang-orang yang bijaksana mendengarkannya, Mereka akhirnya memperoleh kewarasan lagi.

Mereka melihat yang tidak kekal sebagai tidak kekal,  Mereka melihat penderitaan semata-mata sebagai penderitaan.

Mereka melihat tanpa-diri sebagai kosongnya diri, Dan di dalam yang menjijikkan mereka melihat sifat menjijikkan.

Dengan menerima pandangan benar ini, Mereka mengatasi semua penderitaan.

(Angguttara Nikaya IV, 49)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar