Sabtu, Mei 30, 2020

BUDDHA DHAMMA


“Nigrodha, engkau mungkin berpikir: 'Pertapa Gotama mengatakan hal ini (ajaran) untuk mendapatkan murid-murid', tetapi engkau hendaknya jangan berpikir demikian. Ia yang telah menjadi gurumu, biarlah tetap menjadi gurumu.

Atau engkau mungkin berpikir: 'Ia (Pertapa Gotama) menginginkan kita untuk melepaskan peraturan-peraturan kita', tetapi engkau hendaknya jangan berpikir demikian. Apa yang telah menjadi peraturan-peraturanmu, biarlah tetap menjadi peraturan-peraturanmu.

Atau engkau mungkin berpikir: 'Ia menginginkan kita untuk meninggalkan cara hidup kita', tetapi engkau hendaknya jangan berpikir demikian. Apa yang telah menjadi jalan hidupmu, biarlah tetap menjadi jalan hidupmu.

Atau engkau mungkin berpikir: "Ia menginginkan kita untuk berbuat sesuatu yang mana menurut ajaran kita adalah salah', tetapi engkau hendaknya jangan berpikir demikian. Apa yang menurut ajaranmu salah, biarlah engkau anggap salah.

Atau engkau mungkin berpikir: "ia menginginkan kita untuk meninggalkan hal-hal yang kita anggap sebagai benar', tetapi engkau hendaknya jangan berpikir demikian. Apa yang menurut ajaranmu benar, biarlah engkau anggap sebagai benar.

"Nigrodha, Aku mengatakan hal ini  bukan bermaksud untuk mendapatkan murid atau untuk membuat seseorang melepaskan peraturan-peraturannya atau untuk membuat seseorang meninggalkan cara hidupnya atau untuk membuat seseorang melakukan apa yang sebenarnya dianggap olehnya sebagai salah atau untuk membuat seseorang untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya dianggap olehnya sebagai benar.

Nigrodha, ada beberapa hal yang tidak baik yang belum dilenyapkan, bersifat mengotori dan mengarah kepada kelahiran kembali, menakutkan, menciptakan akibat-akibat penderitaan di masa yang akan datang, berhubungan dengan kelahiran, tua dan kematian. Demi pelenyapan hal-hal inilah, Aku mengajarkan Dhamma.”

(DN 25: Udumbarika-Sīhanāda Sutta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar