Sabtu, Juni 16, 2012

Tentang Mara Suatu Saat Menjadi Sammasambuddha


TENTANG MARA SUATU SAAT MENJADI SAMMASAMBUDDHA


Sebutan “Mara”, didalam literatur Buddhis diartikan sebagai :  

A). Mara sebagai dewa diceritakan tinggal di Paranimmitta-vasavatti, atau tingkat surga ke enam.

(Untuk lebih lengkapnya dapat dibaca a.l. di : Samyutta Nikaya – Sagatha-vagga Bab I : 4 – Marasamyutta ; Digha Nikaya : Maha Vagga 16 - Mahaparinibanna Suta, Bab III : 21, (Delapan Macam Perhimpunan) ; Majjhima  Nikaya I, Mahasihanada Sutta :12 - Attha Parisa (Delapan Kelompok)).

B). Mara juga sebagai lambang nafsu-nafsu keinginan yang menguasai manusia untuk melakukan kejahatan dan juga segala sesuatu yang menghalangi perkembangan pelaksanaan yang benar untuk mencapai kesucian (proyeksi psikologis). (Lebih lengkapnya baca di  MN III : 123- Padhana Sutta)

** Di dalam buku berbahasa Thai berjudul Lokadipani tulisan Phra Dhammadhirajamahamuni, diceritakan Kisah Vasavattimaradhiraja (maharaja dari para dewa Mara)..yang pada akhir cerita disebutkan : ...

Kini, Maradhiraja yang biasa dikenal sebagai dewa Mara, masih bertinggal di sorga Paranimmitavasavatti sebagai seorang Bodhisatta yang sedang menghimpun Dasaparami. Kelak, di kappa yang akan datang, dewa Mara akan berhasil mencapai penerangan sempurna sebagai seorang Sammasambuddha. Sebagai satu-satunya Sammasambuddha di kappa tersebut.

Akan disebut Sammasambuddha Dhammasami, yang mempunyai amat banyak murid yang berhasil mencapai kesucian. Kappa dimana kini kita hidup, mempunyai paling banyak Sammasambuddha, yaitu lima orang Sammasambuddha. **

Jadi, Bila benar seperti yang ada di dalam cerita itu, maka pada suatu saat , Mara akan menjadi Buddha /Sammasambuddha.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar