Kamis, Oktober 24, 2013

Tubuh Sakit dan Batin Juga Sakit

TUBUH SAKIT DAN BATIN JUGA SAKIT
Oleh : Upa. Amaro Tanhadi

"Semua makhluk memiliki tubuh,
dan karena tubuh itulah
mereka harus mengalami penderitaan jasmani "
(Buddha-SN.22.1)

Dari Cuplikan Sutta tersebut, kita dapat segera memahami bahwa kelahiran inilah merupakan penyebab dari munculnya penderitaan-penderitaan jasmani. Segala jenis rasa sakit yang di alami oleh tubuh yang disebabkan karena terluka, terkena penyakit, dan kerapuhan akibat usia tua, semuanya itu adalah merupakan penderitaan jasmani yang sangat sulit bahkan tak dapat kita hindari.

Hal yang dapat kita lakukan hanyalah upaya-upaya untuk menjaga serta memelihara agar tubuh ini tidak terluka dan tidak mudah jatuh sakit, misalnya dengan berolahraga secara teratur,  makan makanan yg sehat, istirahat yang cukup, dan selalu waspada  terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh tubuh kita yang dapat menimbulkan kerugian/kecelakaan pada diri kita..

"Cukuplah sudah, tubuh ini yang mengalami penderitaan,
jangan kita tambah lagi dengan penderitaan batin."
(Tanhadi)

Lalu, apalah yang dimaksudkan dengan penderitaan batin ini?

KEMELEKATAN terhadap perasaan, persepsi, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran indra, inilah yang disebutkan sebagai penderitaan batin.

Bagaimana "Lima Unsur Pembentuk Kehidupan" (Pancakhandha) dapat menimbulkan penderitaan batin dan jasmani?

Bagi mereka yang menganggap tubuh, perasaan, persepsi, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran indra adalah 'MILIKKU', ketika semuanya itu mengalami perubahan, (dan mereka tidak memahami sifat alamiah dari semua unsur itu memang selalu berubah-ubah), maka kesedihan, rasa sakit, kekecewaan, ketidakpuasan, ratap tangis dan keputusasaan muncul pada diri mereka. Inilah yang membuat batin dan jasmani mereka menderita. Demikianlah yang disebut Tubuh sakit dan Batin juga sakit.

Sumber :
Samyutta Nikaya 22.1 : Nakulapita Suttta.  


-oOo-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar