Selasa, Oktober 04, 2011

Mangala Sutta (Sutta tentang Berkah)


MAGALA SUTTA
(Sutta tentang Berkah)


Evamme suttaṁ.
Eka samaya bhagavā,
Sāvatthiya viharati,
Jetavane anāthapiṇḍikassa ārāme.

Atha kho aññatarā devatā,
Abhikkantāya rattiyā abhikkantavaṇna
Kevalakappa  jetavana obhāsetvā.
Yena bhagavā tenupasankami.

Upasaṅkamitvā  bhagavanta abhivādetvā
Ekamanta atthāsi,
Ekamanta ṭhitā kho sā devatā
Bhagavanta gāthāya ajjhabhāsi :

Bahū Devā manussā ca
Maṅgalāni acintayu
Ākaṅkhamānā sotthāna
Brūhi maṅgalamuttama

Asevanā ca bālāna
Paṇḍitānañca sevanā
Pūjā ca pūjanīyāna
Etam maṅgalamuttama

Paṭirūpadesavāso ca
Pubbe ca katapuññatā
Attasammāpadihi ca
Etammaṅgalamuttama

Bāhusaccañ ca sippañ ca
Vinayo ca susikkhito
Subhāsitā ca yā vācā
Etammaṅgalamuttama

Mātāpitu-upaṭṭhāna
Puttadārassa saṅgaho
Anākulā ca kammantā
Etammaṅgalamuttama

Dānañ ca dhammacariyā ca
Ñātakānañ ca saṅgaho
Anavajjāni kammāni
Etam maṅgalamuttama

Āratī viratī pāpā
Majjapānā ca saññamo
Appamādo ca dhammesu
Etam maṅgalamuttama

Gāravo ca nivāto ca
Santuṭṭhi ca kataññutā
Kālena Dhammasavana
Etam maṅgalamuttama

Khantī ca sovacassatā
Samaṇānañ ca dassana
Kālena Dhammasākacchā
Etammaṅgalamuttama

Tapo ca Brahmacariyañ ca
Ariyasaccāna dassana
Nibbānasacchikiriyā ca
Etammaṅgalamuttama

Phuṭṭhassa lokadhammehi
Citta yassa na kampati
Asoka viraja khema
Etammaṅgalamuttama

Etādisāni katvāna
Sabbatthamaparājitā
Sabbattha sotthi gacchanti
Tantesa maṅgalamuttaman ti.

]

Demikianlah telah saya dengar :
Pada suatu ketika Sang Bhagavā berdiam di Jetavana,
ārāma milik hartawan Anāthapiṇḍika,
di dekat kota Sāvatthī.

Saat itulah sesosok dewa, ketika hari menjelang pagi,
dengan bercahaya cemerlang menerangi seluruh Jetavana,
mengunjungi Sang Bhagavā.

Setelah datang, menghormat Sang Bhagava,
ia berdiri di satu sisi yang layak.
Dengan berdiri di satu sisi yang layak itulah,
ia memohon Sang Bhagavā dengan syair berikut ini :

Banyak Dewa dan manusia
yang mengharapkan kebahagiaan,
mempersoalkan tentang berkah.
Mohon uraikan, apa berkah utama itu ?

Tak bergaul dengan orang –orang dungu,
bergaul dengan para bijaksanawan,
dan menghormat yang patut dihormat,
Itulah Berkah Utama

Bertempat tinggal di tempat yang sesuai,
memiliki timbunan kebajikan di masa lampau,
dan membimbing diri dengan benar,
Itulah Berkah Utama

Berpengetahuan luas, berketerampilan,
terlatih baik dalam tata susila,
dan bertutur kata dengan baik,
Itulah Berkah Utama

Membantu ayah dan ibu,
Menunjang anak dan isteri,
dan bekerja dengan sungguh-sungguh,
Itulah Berkah Utama

Berdana , melakukan kebajikan 1
menyokong sanak saudara,
dan tidak melakukan pekerjaan tercela,
Itulah Berkah Utama

Menjauhi , menghindari perbuatan buruk,
menahan diri dari minuman keras,
dan tak lengah melaksanakan Dhamma,
Itulah Berkah Utama

Memiliki rasa hormat, berendah hati,
merasa puas dengan yang dimiliki, ingat budi baik orang,
dan mendengarkan Dhamma pada waktu yang sesuai,
Itulah Berkah Utama

Sabar, mudah dinasihati,
mengunjungi para petapa,
dan membahas Dhamma pada waktu yang sesuai,
Itulah Berkah Utama

Bersemangat dalam mengikis kilesa2, menjalankan hidup suci,
menembus Empat Kebenaran Mulia,
dan mencapai Nibanna,
Itulah Berkah Utama

Meski disentuh oleh hal-hal duniawi3
batin tak tergoyahkan,
Tiada sedih, tanpa noda, dan penuh damai,
Itulah Berkah Utama

Setelah melaksanakan hal-hal seperti itu,
para dewa dan manusia tak akan terkalahkan dimana pun,
mencapai kebahagiaan dimana pun berada,
Inilah berkah utama bagi para dewa dan manusia.


Catatan
1 Dhammacariyā artinya melaksanakan Dhamma; ’Dhamma’ dalam hal ini adalah 10 jalan perbuatan baik (dasakusalakammapatha)

2 Pengotor batin

3 Delapan Kondisi Alam: 1. lābha (mendapatkan), 2. alābha (tak mendapatkan), 3. yasa ( berkedudukan/berketenaran), 4. ayasa (tak berkedudukan/tak berketenaran), 5. nindā (hujatan), 6. pasasā (sanjungan), 7. sukha (kebahagiaan), 8. dukkha (penderitaan).


]˜

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar