Senin, Februari 06, 2012

(4) Kebenaran Mulia tentang Jalan menuju lenyapnya penderitaan


(4) Kebenaran Mulia tentang Jalan menuju lenyapnya penderitaan
( Dukkha Nirodha Gaminipatipada Ariya Sacca )     

 “Apakah kebenaran mulia tentang jalan menuju lenyapnya penderitaan itu? Inilah Jalan mulia beruas delapan, yaitu : Pandangan benar, pikiran benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar,
 perhatian benar dan konsentrasi benar.”
( Digha Nikaya 22 )

“ Dari empat kebenaran ini, Kebenaran Mulia tentang dukkha
harus ditembusi dengan pengetahuan lengkap dengan dukkha;
Kebenaran Mulia tentang asalnya dukkha
harus ditembus dengan meninggalkan keinginan;
Kebenaran Mulia tentang lenyapnya dukkha
harus ditembus dengan memahami lenyapnya keinginan;
Kebenaran Mulia tentang Jalan menuju lenyapnya dukkha
harus ditembus dengan memelihara Jalan Mulia beruas delapan itu .”
( Samyutta Nikaya 56:11:29)

“ Kebenaran ini adanya nyata, bukan tak nyata,
 tak berbeda dengan yang tampak.”
( Samyutta Nikaya 56 : 27).

148. Kebenaran Mulia yang pertama, kedua dan ketiga adalah merupakan pandangan-pandangan Sang Buddha terhadap dunia ini dan Kebenaran Mulia yang keempat adalah Jalan yang ditunjukkan Sang Buddha untuk melenyapkan penderitaan menuju  suatu kedamaian, kebahagiaan dan kebebasan sempurna.... yang menjadi tujuan akhir dari para Buddha, Bodhisattva, dewa dan semua makhluk yang tampak maupun yang tak tampak, yaitu Nibbana !

Namun, tidak ada kata-kata yang sepadan untuk menjelaskan lebih dalam tentang kebahagiaan Nibbana, karena semua itu hanya dapat dicapai dan dirasakan melalui pengalaman diri kita sendiri, tidak ada satupun pihak kedua yang dapat membantu/ menghantarkan kita sampai ketujuan itu, bahkan Sang Buddha sekalipun.

149. Ada delapan unsur pembentuk Sang Jalan, dimana masing-masing digambarkan sebagai benar atau sempurna (samma):

1)  Pandangan atau pemahaman benar,
2)  Pemikiran benar,
3)  Ucapan benar,
4)  Perbuatan benar,
5)  Mata pencaharian benar,
6)  Usaha atau daya upaya benar,
7)  Perhatian benar,
8)  Konsentrasi atau pemusatan pikiran yang benar.

Delapan unsur ini secara keseluruhan disebut dengan Jalan Mulia Berunsur Delapan (atthangika-magga; Skt: astangika-marga).

150. Kedelapan unsur ini dapat pula dikelompokkan menjadi tiga bagian yang disebut dengan istilah tiga latihan (tisso-sikka, Skt trisiksa), yaitu Sila (kebajikan moral), Samadhi (pemusatan pikiran), dan Panna (kearifan atau kebijaksanaan).

  • Jalan ke-3 hingga 5 dari Jalan Mulia Berunsur Delapan berkaitan dengan sila;

  • Jalan ke-6 hingga 8 berkaitan dengan samadhi, dan

  • Jalan ke-l dan 2 berkaitan dengan panna.

Seluruh latihan Buddhis tidaklah terlepas dari apa yang dinamakan ketiga latihan ini. Pelaksanaannya selalu dimulai dari sila, samadhi, dan kemudian panna. Untuk mencapai samadhi yang baik, maka sila harus dijalankan dengan benar; dan pada gilirannya untuk mendapatkan kearifan, maka samadhi harus terlatih dengan baik. Ini adalah tiga serangkai yang tidak terpisahkan satu sama lainnya. Mereka merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh.


Selanjutnya –--> JALAN MULIA BERUNSUR DELAPAN




Tidak ada komentar:

Posting Komentar