Jumat, Desember 27, 2013

Paritta Suci Theravada (II. Tuntunan Puja Bakti) : 12. Karaniyametta Sutta


12.  KARANIYA METTA SUTTA1
(Sutta tentang Cinta Kasih)

Pemimpin puja bakti :

Handa mayang karaniyamettasuttang bhanama se.

Marilah kita membaca Sutta tentang kewajiban dan cinta kasih.

Bersama-sama :

Karaniyamatthakusalena
Yanta
ng santang padang abhisamecca :
Sakko uju ca suhuju ca 
Suwaco cassa mudu anatimani .  

Santussako ca subharo ca 
Appakicco ca sallahukawutti 
Santindriyo ca nipako ca 
Appagabbho kulesu ananugiddho. 

Na ca khudda
ng samacare kiñci 
Yena winnyu pare upawadeyyung. 
Sukhino wa khemino hontu 
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.  

Ye keci panabhutatthi 
Tasa wa thawara wa anawasesa
Digha wa ye mahanta wa 
Majjhima rassaka anukathula. 


Dittha wa ye wa addittha 
Ye ca dure wasanti awidure 
Bhuta wa samhawesi wa 
Sabbe satta bhawantu sukhitatta.  

Na paro para
ng nikubbetha 
Natimaññyetha katthaci nang kañci 
Byarosana patighasaññy
Naññyamaññyassa dukkhamiccheyya .  

Mata yatha niyang puttang 
Ayusa ekaputtamanurakkhe. 
Ewampi sabbabhutesu 
Manasambhawaye aparimanang. 

Metta
ñca sabbalokasming
Manasambhawaye aparimanang 
Uddhang adho ca tiriyañca 
Asambadhang aweran asapattang.   

Tittha
ñ carang nisinno wa 
Sayano wa yawatassa wigatamiddho 
Etang sating adhittheyya 
Brahmametang wiharang idhamahu.  

Ditthinca anupagamma 
Silawa dassanena sampanno 
Kamesu wineyya gedhang 
Nahi jatu gabbhaseyyang punareti ti. 

Inilah yang patut dikerjakan
oleh ia yang tangkas dalam hal yang berguna,
yang menghantar ke jalan kedamaian:
sebagai orang yang cakap, jujur,1 tulus,2
mudah dinasihati, lemah lembut, tidak sombong.

Merasa puas atas yang dimiliki,3 mudah dirawat,
tidak repot, bersahaja hidupnya,
berindria tenang, penuh pertimbangan,
sopan, tak melekat pada keluarga-keluarga;

tidak berbuat kesalahan walaupun kecil,
yang dapat dicela oleh para bijaksana,
senantiasa bersiaga dengan ujaran cinta kasih:
‘Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.’

Makhluk hidup apapun  yang ada;
yang goyah4 dan yang kokoh5 tanpa kecuali,
yang panjang atau yang besar,
yang sedang, pendek, kecil, kurus atau pun yang gemuk;

Yang tampak atau pun yang tak tampak
yang berada jauh atau pun dekat,
yang telah menjadi atau pun yang belum menjadi,
semoga semua makhluk hidup bahagia.

Tak sepatutnya yang satu menipu yang lainnya,
tidak menghina siapa pun dimana juga,
dan, tak selayaknya karena marah dan benci
mengharap yang lain celaka.

Sebagaimana seorang ibu mempertaruhkan jiwa
melindungi putra tunggalnya;
demikianlah terhadap semua makhluk,
kembangkan pikiran cinta kasih tanpa batas.

Cinta kasih terhadap makhluk di segenap alam,
patut dikembangkan tanpa batas dalam batin
baik ke arah atas, bawah, dan diantaranya6;
tidak sempit, tanpa kedengkian, tanpa permusuhan.

Selagi berdiri, berjalan atau duduk,
ataupun berbaring, sebelum terlelap;
sepatutnya ia memusatkan perhatian ini
yang disebut sebagai ‘berdiam dalam Brahma7

Ia yang mengembangkan metta, tak berpandangan salah8
teguh dalam sila dan berpengetahuan sempurna,
dan melenyapkan kesenangan nafsu indria9;
tak akan lahir dalam rahim lagi10.
_________________________
1 Perbuatan lurus melalui ucapan ataupun jasmani.
2 Perbuatan lurus melalui pikiran (tidak munafik).
3 Santutthi = gembira atas harta sendiri yang dimiliki (sentosa).
4 Yang gampang tergoyah oleh keinginan dan ketakutan.
5 Yang terkendali keinginan dan ketakutannya.
6 Arah atas – alam arupa, arah bawah = alam nafsu, arah di antaranya = alam rupa.
7 Berdiam dalam keluhuran’.
8 Tak berpandangan salah terhadap nama-rupa (sakkayaditthi).
9 Pencapaian sakadagami.
10 Pencapaian anagami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar