Selasa, September 08, 2009

MENGENDALIKAN PERHATIAN DAN PIKIRAN


Mahatma Gandhi mengatakan :
"Manusia tidak dapat mengendalikan pikirannya semata-mata hanya dengan menulis,membaca ataupun melakukan percakapan-percakapan sepanjang hari".

Lebih lanjut Gandhi juga mengatakan :
"Pikiran itu selalu bekeliaran, jangan biarkan indria turut berkeliaran dengannya. Indria yang berkeliaran bersama dengan pikiran yang mengikutinya akan mengakibatkan seseorang mengalami kekacauan. Tetapi indria yang terjaga suatu saat akan menjadikan pikiran terkendali".

Menurut Sang Buddha,
Pengendalian pikiran dapat dilakukan dengan cara : meningkatkan perhatian (Sati) dan pengertian (Sampajanna).

Perhatian dan pengertian adalah :
Dua unsur penting yang perlu diberlakukan secara bersamaan pada saat seseorang menerima suatu objek ataupun sensasi pikiran yang ada.

Sang Buddha menyatakan dalam Sabbasavasanvara Sutta, Majjhima Nikaya;

"Apabila seseorang memiliki perhatian/ kewaspadaan, maka segala jenis pikiran jahat yang belum muncul niscaya tidak akan muncul dan yang sudah muncul akan dapat dilenyapkan".

Dalam Vitakkasanthana Sutta, Majjhima Nikaya;
Sang Buddha menjelaskan 5 cara untuk mengendalikan pikiran dengan benar, yaitu:

1. Apabila timbul pikiran jahat (keserakahan, kebencian, atau/dan kebodohan batin) pada saat memperhatikan suatu objek tersebut dengan yang lain, yang disertai dengan kebajikan, ini dapat mengusir pikiran jahatnya, dan membuat batinnya menjadi terpusatkan/terkendali, ibarat tukang kayu yang mengganti pasak kasar dengan pasak halus.

2. Apabila pikiran jahatnya tetap muncul walau telah mengganti objeknya dengan yang disertai kebajikan, ia hendaknya merenungkan bahaya dari pikiran jahat itu. Ini dapat mengusir ..., ibarat pemuda-pemudi yang suka berdandan merasa risih dan jijik terhadap bangkai ular atau binatang lain yang bergantung di lehernya.

3. Apabila pikiran jahatnya tetap muncul meskipun telah merenungkan bahaya dari pikiran jahat, ia hendaknya tidak mengacuhkan pikiran jahat tersebut. Ini dapat mengusir ..., ibarat orang yang memiliki penglihatan yang dapat menutup matanya atau mengalihkan ke arah lain apabila tidak ingin melihat suatu bentuk.

4. Apabila pikiran jahatnya tetap muncul kendati tidak mengacuhkannya, ia hendaknya memperhatikan dasar dan sebab pikiran (untuk mengetahui sebab kemunculannya). Ini dapat mengusir ... , ibarat orang yang berjalan cepat, berjalan lambat, berhenti, berdiri, duduk, berbaring, yang menghindari sikap badan yang sulit dan memilih sikap badan yang paling leluasa.

5. Apabila pikiran jahatnya tetap muncul walau telah memperhatikan dasar dan sebab pikiran muncul, ia hendaknya dengan merapatkan gigi dan menekan lidah ke langir-langit mulut, menaklukkan, mengendalikan dan menguasai batinnya. Ini dapat mengusir ..., ibarat orang kuat yang menangkap dan mencekik orang lemah, menaklukkan, mengendalikan dan menguasainya.

Dengan melaksanakan petunjuk tersebut, seseorang dapat disebut ahli dalam bidang yang berkaitan dengan pengendalian pikiran. Ia dapat berpikir sesuai dengan yang diinginkannya dan dapat pula tidak berpikir terhadap sesuatu yang tidak ingin dipikirkannya.

Na tam mata pita kayira, Anne vapi ca nataka
Samma panihitam cittam, Seyyaso nam tato kare
"Pikiran yang terarahkan secara benar,
membuat seseorang menjadi mulia
dan memperoleh pahala kemajuan,
melebihi apa yang dapat diberikan oleh
ibu, ayah, atau sanak keluarga".
(Dhammapada 43)

1 komentar:

  1. Namo buddhaya Selamat Pagi Mr. Tanhadi. Maaf Saya Mau bertanya maksud Dhamma beliau melebihi APA yang dapat diberikan Oleh Ibu,ayah,sanak keluarga. Maksud Sabda beliau APA yah Mr. Tanhadi Dan Mohon pencerahan nya.Saya Darmadi, namo buddhaya _/\_

    BalasHapus