Rabu, April 13, 2011

Kisah Para Sesepuh Chan 2 (Hui Ke)

KISAH PARA SESEPUH CHAN
(Zen Buddhisme China)
2. HUI KE

(Sesepuh Chan ke-2)

Setelah Bodhidharma menyeberang sungai Yangtze, ia menuju biara shaolin di gunung Song. Bodhidharma menghabiskan waktunya duduk bermeditasi dan menghadap dinding. Suatu hari, biksu bernama Seng-guang yang serius mempelajari ajaran datang dan berdiri tak bergerak di antara salju, menunggu bertemu Bodhidharma.

Bodhidharma : Apa yang membuatmu datang ke sini dan berdiri di salju ?

Seng Guang : Kuharap guru berbelas kasih dan mengajariku esensi buddhisme.

Bodhidharma : Untuk mencapai kebuddhaan tidak membutuhkan waktu latihan yang lama. Tapi bila tekadmu tidak kuat, aku ragu bahwa kamu mampu mencapainya.

Seng-Guang kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan memotong tangan kiri-nya.

Bodhidharma : Untuk mencapai kebuddhaan, seseorang boleh tidak menganggap tubuh atau hidup sebagai miliknya. Dalam hal ini, kamu memotong tanganmu bisa dianggap sebagai hal yang baik.

Seng-Guang : Guru, Tolong tenangkan pikiranku. (menurut cerita, Seng-guang sering mengalami mimpi buruk tentang pembunuhan)

Bodhidharma : Tunjukkan padaku, pikiranmu dan aku akan menenangkannya. Bila kamu menemukannya, bisakah itu dianggap milikmu ?

Seng Guang : Aku telah mencari pikiranku, tapi tidak bisa ditemukan.

Bodhidharma : Itulah, aku telah menenangkan pikiranmu. Apakah kamu telah mengerti sekarang ?

Seng-Guang : Aku mengerti, Inti-nya semua adalah kekosongan, dan itulah sebabnya bodhisatva tidak tertipu. Tidak memiliki ilusi adalah menyeberang ke tepian lain-nya.

Bodhidharma menerima Seng Guang sebagai muridnya dan namanya diganti menjadi Hui Ke.

Pada tahun 532 M dan Bodhidharma merasa sudah waktunya kembali ke India setelah menghabiskan sembilan tahun di biara Shaolin. Ia memanggil muridnya untuk menguji pemahaman mereka.

Bodhidharma : Katakan padaku apa yang kamu pahami ?

Murid I : Kita tidak boleh melekat pada dunia tapi juga tidak mencampakannya, tapi hanya menggunakannya sebagai alat.

Bodhidharma : Kamu hanya memahami kulitku.


Murid II : Sebagaimana saya pahami, kebenaran adalah penampakan dari buddha. Kita melihatnya sekali lalu tidak pernah lagi.

Bodhidharma : Kamua hanya menangkap dagingku.

Murid III : Empat unsur adalah kosong dan lima gabungan kemelekatan adalah ketiadaan. nyatanya tak ada yang bisa dipahami.

Bodhidharma : Kamu hanya menangkap tulangku.

Akhirnya, giliran Hui Ke. Ia tidak mengatakan apapun hanya membungkuk pada Bodhidharma dalam dalam.

Bodhidharma : Kamu telah menangkap inti-ku.

Hui Ke kemudian menjadi pemimpin Chan ke-2. Ia melanjutkan karya Bodhidharma membebaskan makhluk yang terpedaya.


oooOOooo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar