Sabtu, Januari 22, 2011

TIGA AKAR KEJAHATAN

(Ti Akusalamula)


Demikian telah dikatakan oleh Sang Buddha ...

"Wahai para bhikkhu, ada tiga akar kejahatan."
"Apakah tiga akar itu?"
"Akar kejahatan keserakahan (lobha),
akar kejahatan kebencian (dosa),
dan akar kejahatan kebodohan batin (moha).
Itulah ketiganya."

Keserakahan, kebencian dan kebodohan batin,
yang muncul dari dalam dirinya,
akan merugikan orang yang berpikiran jahat,
seperti buah bambu menghancurkan tumbuhnya pohon itu sendiri.
(Itivuttaka 3.1; Khunddaka Nikaya)


Lobha (Keserakahan)
Adalah kemelekatan yang sangat terhadap sesuatu, sehingga membuat pikiran selalu merasa lapar, serakah,serta tidak puas dengan apa yang telah dimiliki.

Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk sesuatu. Ini adalah hal yang wajar. Tetapi keinginan akan sesuatu hal yang terus menerus dan ingin lebih dan lebih inilah Lobha.

Sebagai contoh: karena kemelekatan yang sangat terhadap kehidupan mewah, seseorang menginginkan kehidupan yang lebih mewah lagi, maka timbullah keserakahan dan agar keinginannya untuk hidup lebih mewah lagi tercapai, ia melakukan berbagai cara termasuk melakukan tindakan kejahatan.

Untuk mencegah timbulnya Lobha dalam diri, maka perlu:
- Menggunakan Sati (perhatian,kewaspadaan, kesadaran).
- Berusaha untuk tidak selalu menuruti keinginan.
- Merenungkan untung dan rugi dengan menggunakan Panna (kebijaksanaan).
- Membangkitkan Hiri (malu berbuat jahat) dan Ottapa (takut berbuat jahat).
- Mengembangkan Dhamma yang berlawanan dengan Lobha, seperti berdana. (Ajitamanavasa, Solasa panha)

Dosa ( Kebencian )
adalah penolakan yang sangat terhadap sesuatu sehingga membuat pikiran selalu emosi, kesal dan penuh dengan kebencian.
Pikiran untuk menyakiti, merusak, menghilangkan, mengingkirkan, memusnahkan sesuatu karena adanya rasa tidak suka yang sangat atau benci terhadap sesuatu tersebut, inilah Dosa.
Dosa ini dapat diibaratkan dengan sebuah titik api yang menyala, dan bila tidak segera dipadamkan maka akan menjadi kobaran api yang lebih besar, sehingga dapat merusak segalanya, dalam hal ini merusak pemikiran, kesehatan fisik dan mental, bahkan dapat membuat seseorang menjadi pembunuh.

Sebagai contoh: karena tidak menyukai seekor lalat, terjadi penolakan yang sangat dan timbul kebencian terhadap lalat tersebut, seseorang menginginkan lalat tersebut tersebut musnah, hilang, menyingkir dari hadapannya, menyakiti, merusak, maka ia melakukan berbagai cara untuk memusnahkan, menghilangkan, menyingkirkannya termasuk dengan melakukan tindakan kejahatan berupa pembunuhan.

Untuk menghindari timbulnya Dosa dalam diri, maka diperlukan menjalankan Panca Sila (Lima Sila)

-   Tidak melakukan pembunuhan makhluk hidup.
-   Tidak mencuri
-   Tidak berzinah
-   Tidak berbohong
-   Tidak minum minuman memabukkan

Moha (kebodohan batin)
adalah kebodohan batin, yaitu tidak dapat membedakan mana yang buruk dan mana yang baik.

Dari ketiga akar kejahatan inilah seseorang berbuat jahat.

Moha ( Kebodohan batin )
Kebodohan batin atau kegelapan batin, yaitu tidak dapat membedakan mana yang buruk dan mana yang baik, tidak dapat menembus arti dari empat kebenaran Mulia, Hukum Tilakkhana, Hukum Paticcasamuppada, Hukum Kamma.

Jika diibaratkan, Moha seperti kegelapan yang membuat seseorang tidak dapat berbuat-apa-apa bahkan hanya dapat berbuat kesalahan.

Sebagai contoh: karena tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk seseorang melakuan pencurian terhadap seorang hartawan untuk dibagian kepada kaum miskin. Ia menganggap mencuri hanya dari orang kaya adalah hal yang baik dan sah-sah saja sehingga ia melakukan pencurian tanpa merasa bersalah.

Untuk mencegah timbulnya Moha dalam diri, maka cara terbaik adalah mengembangkan Panna (kebijaksanaan). Panna (kebijaksanaan dapat dicapai dengan berbagai macam cara, seperti banyak membaca, belajar, dan mendengar.)

Disusun oleh: Bhagavant.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar