Senin, Mei 28, 2012

Tekad


TEKAD
by: Tanhadi

Setelah selesai membaca buku uraian penjelasan tentang Pancasila Buddhis, seorang umat Buddhis baru mengetahui bahwa selama ini ia banyak melanggar sila dan ia pun mengetahui bahaya karma buruk yang bisa terjadi pada dirinya.

Menyadari akan hal itu, ia pun berjanji kepada dirinya sendiri, dan janji itu ditulis di dinding kamarnya yang berbunyi demikian:

“ Saya bertekad melatih diri untuk menghindari dan berhenti MEMBACA BUKU APAPUN !!!”

:D
oooOOooo



2 komentar:

  1. selamat siang om tanhadi, saya sangat senang membaca tulisan2 om,. dan saya bermaksud menanyakan ajaran buddha.. saya pernah melihat film little buddha, pada akhir cerita Sang Buddha bertemu dirinya sendiri, setelah berdialog, Sang buddha berkata kepada orang didepannya bahwa: "dirimu murni ilusi"
    ternyata itu adalah perwujudan dari mara,.
    yg saya ingin tanyakan, apa maksud adegan ini om.. semoga om mau menjawabnya.. terima kasi sebelumnya

    BalasHapus
  2. Sorry, baru sekarang bisa balas pertanyaan anda tsb. diatas, krn saya baru sempat melihat filmnya dulu...:)

    Didalam Kisah-kisah Buddhisme, Mara ini memiliki banyak perwujudan, al :

    - Mara sebagai dewa diceritakan tinggal di Paranimmitta-vasavatti, atau tingkat surga ke enam.

    - Mara sebagai perwujudan kematian (marana)

    - Mara juga sebagai lambang nafsu-nafsu keinginan yang menguasai manusia untuk melakukan kejahatan dan juga segala sesuatu yang menghalangi perkembangan pelaksanaan yang benar untuk mencapai kesucian. (Abhisamkara)

    - Mara sebagai kekotoran batin (Kilesa Mara)

    - Mara sebagai paduan unsur ( Khanda Mara)

    Makna didalam film tsb. yg dikatakan oleh Sang Buddha :” Dirimu murni ilusi”, adalah menunjuk pada pengertian Mara sebagai “Paduan unsur” (Batin dan Materi/ jasmani) yang pada hakekatnya adalah tidak kekal/selalu mengalami perubahan dan kelapukan.

    Kelompok Paduan unsur (batin-jasmani) inilah sumber dari munculnya kekotoran batin yang merupakan ‘gangguan/penghalang’ dalam pelaksanaan untuk mencapai kesucian- yang di dalam Padhana sutta disebutkan bahwa sesungguhnya semua ‘gangguan’ Mara tsb. berasal dari diri sendiri (merupakan ilusi).

    Semoga sekarang menjadi jelas.

    SSBS _/|\_

    BalasHapus