Kamis, Agustus 16, 2012

Memikirkan Orang Lain Sebelum Berbuat


MEMIKIRKAN ORANG LAIN SEBELUM BERBUAT



(Epochtimes.co.id). Di Tiongkok kuno masa Dinasti Song Utara (960-1127 M), hidup seorang pemuda bernama Zhang Zhichang (baca:chang chejhang). Zhang memiliki hati yang baik, pemaaf dan murah hati. Segala sesuatu yang akan dikerjakannya selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu.

Zhang Zhichang menimba ilmu di Universitas Kekaisaran. Pada jaman kerajaan Tiongkok, sekolah ini diperuntukkan bagi pemerintahan pusat, dan merupakan institusi yang paling bergengsi dan memiliki reputasi tinggi dalam sistem pendidikan Tiongkok kuno.

Ketika Zhang menimba ilmu disana, keluarganya mengirim seseorang untuk memberikan 10 liang (sekitar 17.6 ons) emas kepadanya. Namun ketika teman sekamar Zhang mengetahuinya, dia mencuri emas tersebut disaat Zhang tidak berada dalam kamarnya.

Pada suatu ketika diadakan penggeledahan asrama oleh petugas sekolah, dan menemukan emas yang dicuri teman sekamarnya. Ketika itu Zhang menyadari apabila dia mengatakan bahwa emas itu adalah miliknya, maka teman sekamarnya akan dihukum, lagi pula seluruh mata akan memandang hina dan akan membuat temannya menjadi sangat malu. Oleh karena itu dia segera berkata,”Itu bukan milikku.”

Teman sekamarnya sangat terharu akan kebaikan hati Zhang Zhichang. Saat malam tiba, teman sekamar Zhang diam-diam mengembalikan emas itu dan menyelipkannya diantara pakaian Zhang. Ketika Zhang mengetahui kehidupan temannya berasal dari keluarga yang sangat miskin, Zhang lantas memberikan separuh emas miliknya kepada temannya itu.  

Perbuatan Zhang yang memberikan separuh emasnya, bisa jadi adalah perbuatan yang orang lain mudah lakukan, namun keputusan Zhang untuk tidak mengklaim emas yang dicuri tersebut, adalah hal yang tidak semua orang dapat lakukan. Hal ini menunjukkan Zhang selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu sebelum bertindak. Sesuatu yang banyak orang gagal lakukan. (Qing Yan/clearwisdom/nul)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar