Sabtu, Juli 14, 2012

Ahirika (Tidak Malu Berbuat Buruk) [2]


2. AHIRIKA (Tidak malu berbuat Buruk)


Tidak malu melakukan perbuatan buruk disebut ahirika.
Semua perbuatan amoral,  perbuatan buruk adalah seperti kotoran.  Ahirika adalah bagaikan sekumpulan babi. Kotoran itu sangat menjijikkan : jika kita terlumuri kotoran, kita merasa malu di hadapan banyak orang, namun bagi babi, kotoran merupakan santapan yang nikmat, tidak menjijikkan, dan tidak perlu merasa malu ketika terlumuri kotoran. Babi tentunya menikmati bergulingan dalam kotoran yang sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Seperti itulah, duccarita atau perbuatan keliru, seperti membunuh, mencuri, dan lain-lain merupakan perbuatan hina bagi orang berbudi. Bahkan jika perbuatan tersebut dilakukan tanpa disengaja, orang berbudi masih akan merasa malu. Tetapi orang dengan ahirika tidak merasa sungkan dan malu untuk melakukan perbuatan yang keliru. Bahkan pada kenyataannya, orang-orang yang tak tahu malu ini bisa menganggap perbuatan keliru sebagai sesuatu yang boleh dibanggakan.  

Ketika muncul, moha membawa ahirika; bahkan orang bijak pun bisa berbuat keliru tanpa merasa malu pada saat terselubungi moha. Oleh karena itu, mereka yang bijaksana harus mampu menilai kebenaran yang dikatakan berdasarkan pengalamannya sendiri.

Catatan dari cerita Haritaca
Perbuatan keliru yang dilakukan Petapa Haritaca (baca ceritanya pada bagian tentang moha), ahirika muncul dengan sangat menonjol. Petapa tersebut adalah orang bijak yang telah mencapai abhinna (kekuatan adialami). Apa yang telah ia lakukan adalah contoh ahirika, tidak malu untuk melakukan perbuatan hawa nafsu yang bahkan diketahui para pelayan permaisuri raja. Perbuatan kotor dan hina tersebut dilakukan karena diliputi oleh moha yang pekat dan ahirika.



Setiap perbuatan buruk adalah memalukan. Tidak hanya perbuatan hina seperti yang dilakukan oleh Petapa tersebut, tetapi juga perbuatan atas dasar kebencian, seperti menganiaya makhluk lain, mengumbar amarah, berbicara kasar dan kotor, menjadi congkak atas sesuatu yang semu, memandang rendah orang lain dengan kesombongan, mencela orang lain, menyindir karena iri dan dengki, issa, dan sebagainya juga termasuk menjijikkan dan memalukan. Oleh karena itu, kita harus mengingat bahwa semua perbuatan buruk adalah memalukan. Pikiran yang timbul bersamaan dengan ahirika disebut “pikiran yang tak tahu malu”, dan pelakunya disebut “orang yang tak tahu malu.”

 (Sumber Buku : Abhidhamma sehari-hari- Ashin Janakabhivamsa)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar