Senin, November 19, 2012

Vicikiccha : Keragu-raguan (14)


14. VICIKICCHA
(Keragu-raguan)


Ragu-ragu atau sangsi kepada Buddha, Dhamma dan Sangha adalah Vicikiccha, dalam ketidakmantapan antara percaya dan tidak percaya, contoh vicikiccha adalah :

  1. Apakah Buddha benar-benar ada ?

  1. Bisakah seseorang mencapai Nibbana jika mengikuti Jalan Ariya Berunsur Delapan ?

  1. Apakah dia seorang bhikkhu yang berperilaku baik (alih-alih melihat bhikkhu adalah seorang yang berperilaku baik.

  1. Dapatkah kita mendapatkan manfaat dari praktik sila ?

  1. Apakah kita memiliki kehidupan lampau atau apakah kita diciptakan oleh Tuhan yang Abadi?

  1. Apakah kehidupan berikutnya itu ada ? apakah kematian adalah akhir dari segala-galanya ?

  1. Dapatkah perbuatan baik dan buruk berpengaruh pada rangkaian khandha seseorang pada kehidupan mendatang? (ragu terhadap Kamma).

  1. Dapatkah seseorang menikmati manfaat perbuatan baik ? (Ragu terhadap akibat kamma)

  1. Apakah benar bahwa karena avijja (ketidaktahuan) timbullah sankhara (perbuatan berkehendak atau bentukan mental)? (Ragu terhadap Paticcasamuppada, Hukum sebab musabab yang Saling Bergantungan).

Oleh karena itu, hanya keragu-raguan terhadap Buddha, Dhamma dan Sangha yang harus dimengerti sebagai vicikiccha.

Keragu-Raguan yang Bukan Vicikiccha
Keraguan akan arti suatu kata atau kalimat, atau ragu akan jalan mana yang harus ditempuh dalam perjalanan, dan semacamnya, bukanlah termasuk vicikiccha. Bahkan seorang Araha kadang ragu dengan pengertian Vinaya , apakah suatu tindakan sesuai dengan Vinaya atau tidak. Dalam kasus ini, hal itu bukanlah vicikiccha. Hal itu adalah perkiraan dan pemikiran sederhana, vitakka. Hanya keraguan terhadap Buddha, Dhamma dan Sangha yang termasuk dalam vicikiccha.

Ketika keragu-raguan muncul, langkah yang terbaik adalah bertanya kepada mereka yang terpelajar. Hanya dengan begitulah akan timbul keyakinan dan rasa hormat kepada Tiga Permata.

Kesimpulan :
Bab ini telah membahas tentang akusala cetasika (faktor mental buruk) yang mencemari pikiran. Akusala cetasika hadir dalam arus kesadaran setiap orang. Kita sering mendengar dan melihat kekuatan kejahatan seperti : Keserakahan, kebencian, kesombongan, dan lain-lain. Karena akusala cetasika, seluruh dunia penuh dengan kekacauan dan kekejaman. Kita bahkan menjumpai berbagai kejahatan tersebut di dalam diri kita sendiri.

Dengan kekuatan usaha saya untuk menjernihkan sifat akusala cetasika yang mencemari pikiran, semoga saya mampu mengurngi faktor-faktor mental buruk dalam diri saya. Semoga semua teman saya, tak pandang soal umur atau status,mampu mengembangkan pikiran yang baik ! Semoga para pembaca dapat memelihara pikiran yang baik, niat yang baik sertas pemikiran yang baik.

Dari pemberian saya mengenai faktor-faktor mental negatif, semoga banyak orang yang mengubah pikiran dan sikap mereka menjadi lebih baik. Semoga saya mampu menyingkirkan semua faktor mental buruk, kejahatan, serta ketidakmurnian pikiran dalam kehidupan mendatang. Semoga teman-teman saya mampu mengembangkan pikiran yang baik dan merealisasi Nibbana dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. [Th].


Sumber :
Abhidhamma sehari-hari Bab II. hal 13-78 _ Oleh : Ashin Janakabhivamsa.


  

2 komentar:

  1. salam kenal pak...sy bukan orang budhis, tapi akhir-akhir ini sy sangat tertarik dg budhis, dan sy menemukan blog ini, sy ingin mendalami budhis dan blog ini sangat lengkap sekali, tapi pak ada yg kurang berkenan di blog ini yaitu ada suara musiknya, bagaimana cara menghentikan suara musiknya pak?..supaya sy lebih konsentrasi lg dalam membacanya..
    mohon maaf bila komentar sy tidak berkenan di hati bapak..
    semoga semua makhluk bahagia..

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas kunjungannya ke Blog ini, Salam kenal juga dari saya.

    Mengenai musik tersebut sebenarnya bisa di "Pause" dan di "Play" oleh Anda, tombol tersebut tepat dibawah judul lagu " Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta" tsb.Tombol berbentuk kotak (sebelah kanan)adalah untuk 'STOP'.

    Demikian keterangan yang dapat saya berikan, selamat mencoba :)

    Terima kasih.

    Salam damai dan sejahtera selalu.

    Tanhadi

    BalasHapus